Monday, February 29, 2016

POHON PERMASALAHAN (Trouble Tree)

pohon permasalahan,  cerita pohon


Tukang kayu yang kugaji untuk memperbaiki rumah pertanian baru saja menyelesaikan hari pertamanya yang melelahkan. Ban mobilnya yang bocor membuatnya kehilangan 1 jam kerja, gergaji listriknya macet, dan sekarang mobil tuanya mogok, tidak bisa dijalankan. 

Aku lalu mengantarkannya pulang dengan mobilku. Ia duduk mematung dan membisu. Sesampainya di halaman rumahnya, ia mengajakku masuk untuk bertemu dengan keluarganya. Ia berjalan menuju pintu dekat rumahnya, tapi kemudian ia berhenti sejenak di dekat sebuah pohon kecil, lalu menyentuh ujung cabang-cabang pohon itu dengan kedua tangannya. 

Setelah itu ia mengalami perubahan yang menajubkan. Ketika membuka pintu rumah, mukanya yang kecoklatan karena terik matahari sekarang dihiasi senyum. Ia memeluk kedua anaknya yang masih kecil lalu mencium istrinya. 

Ketika aku hendak pulang, ia mengantarku ke mobil. Kami melewati lagi pohon kecil itu. Aku merasa sangat penasaran lalu bertanya kepadanya tentang apa yang tadi ia lakukan. 

“Oh, ini adalah pohon permasalahanku,” jawabnya. “Dalam bekerja, aku tidak bisa menghindar dari berbagai permaslahan. Namun, aku berkenyakinan, bahwa persoalanku tidak boleh menjadi persoalan istri dan anak-anakku. Karenanya, setiap kali pulang kerja, aku gantungkan semua persoalanku di pohon ini, dan mengambilnya kembali esok hari. “Anehnya,” katanya sambil tersenyum, “Setiap ku ambil lagi, permasalahan itu tampak jauh lebih mudah diatasi dibandingkan ketika kugantungkan di malam hari.”

(Author Unknown)

KELEDAI (The Donkey)

keledai dalam sumur



Keledai seorang petani terperosok dalam sumur. Binatang itu menjeri-jerit dengan suara yang memilikukan selama berjam-jam semetara si petani memeras otak untik menolongnya, akhirnya, ia memutuskan untuk menguburnya saja, karena disamping keledai itu sudah tua, sumur itu pun memang sudah layak untuk di tutup.

Ia kemudian mengundang tetangga-tetangganya untuk datang membantu, ,ereka semua membawa sekop dan mulai menyekop tanah, Lumpur dan kotoran lalu membuangnya kedalam sumur.


Si keledai menyadari apa yang akan menimpa dirinya. Ia lalu menjerit-jerit ketakuatan. Namun, orang-orang yang di atas merasa heran karena tiba-tiba saja keledai itu berhanti menjerit-jerit. Berapa sekop berikutya si petani melongok ke bawah dan merasa takjub menyaksikan apa yang dilihatnya; setiap kali lumper dan kotoran jatuh menimpa penggungnya, keledai itu mengibaskan tubuhnya sehinggga kotoran itu jatuh lalau melangkah ke atas kotoran dan Lumpur yang di jatuhkan oleh para petani. Para tetangga petani it uterus membuang tanah, Lumpur dan tanah kepunggung keledai untuk menguburnya, dan si keledai tersu mengibaskan kotoran-kotoran itu lalu melangkah ke atasnya, tak lam kemudian si keledai dpaat melangkah kemulut sumur lalau belari keluar.

                                                                            ******

Kehidupan ini akan menyekop dan melemparkan kotoran kepadamu : semua jenis kotoran. Cara keluar dair sumur kesulitan itu adlaah dengan mengibaskan kotoran itu dan melangkah ke atasnya. Setiap kesulitan yang kamu hadapi adalah batu lompatan. Kita dapat keluar dir sumur yang paling dalam bukan berhaenti berusaha, atau menyerah tetapi dengan cara mengatasi problem dan melangkah ke atasnya.

(Author Unknown)

AKU BERSYUKUR ATAS.... (I Am Thankful For)

syukur, sujud syukur, thankful for


Atas suami/istriku yang selalu menguasai selimut setiap malam, sebab itu ia tidak berada di luar bersama orang lain. 

Atas anak remajaku yang tidak mau mencuci piring kotor tapi malah melihat TV, sebab itu berarti ia di rumah, tidak di jalanan. 

Atas pajak yang kubayar, sebab itu berarti aku punya pekerjaan, tidak menganggur. 

Atas barang-barang yang kotor dan berantakan setelah pertemuan, sebab itu berarti aku baru saja dikelilingi oleh teman-teman dan orang yang kucintai. 

Atas pakaian yang agak sempit, sebab itu berarti aku punya cukup makanan. 

Atas bayangan yang menyaksikanku pergi kerja, sebab itu berarti aku bisa menikmati cahaya matahari. 

Atas rumput yang harus dipangkas, jendela yang harus dibersihkan, dan talang yang harus diperbaiki, sebab itu berarti aku punya rumah. 

Atas semua protes kepada pemerintah, sebab itu berarti kita punya kebebasan mengutarakan pendapat. 

Atas tempat parkir yang jauh, sebab itu aku mampu berjalan kaki, dan memiliki kendaraan. 

Atas tagihan pemanas rumah yang tinggi, sebab itu berarti aku menikmati kehangatan rumah. 

Atas tumpukan pakaian kotor yang harus dicuci dan disetrika, sebab itu berarti aku bisa bekerja keras. 

Atas keterlambatanku bangun tidur karena alarm tidak bekerja, sebab itu berarti aku masih hidup.

(Author Unknown)


Sunday, February 28, 2016

SEGENAP KEKUATANMU (All Of Your Strength)

kekuatan, segenap kekuatan


Seorang lelaki bersama anaknya umur 10 tahun mendaki gunung. Si anak berhenti untuk mengamati batu yang berukuran sedang yang terletak di tengah jalan. 

“Ayah, bagaimana pendapatmu, mampukah aku menggeser batu itu?” 

Ayahnya melihat batu itu lalu berkata, “Ya, asal kau gunakan segenap kekuatan yang kau miliki, kau pasti mampu menggesernya.” 

Si anak lalu memasang kuda-kuda dan mendorong batu itu dengan segeap tenaga, tetapi batu itu bergeming. 

“Ahh… ternyata perkiraanmu keliru, Yah, aku tidak bisa menggeser batu itu,” kata anaknya. 

“Tidak Nak, aku tidak keliru. Aku tadi berkata, kau dapat menggesernya bila menggunakan segenap kekuatan yang kau miliki. Namun, kau tidak menggunakan semua kekuatanmu; kau tidak meminta bantuanku.”

(Author Unknown)

ORANG PALING KAYA (Richest Man In The Valley)

orang kaya


Seorang tuan tanah kaya bernama Carl sering mengendarai kuda mengelilingi perkebunannya yang amat luas dan mengagumi dirinya sendiri atas kekayaannya yang luar biasa. 

Suatu hari ketika sedang mengendarai kuda kesanyangannya ia bertemu Hans, petani tua penyewa tanahnya yang sedang duduk di bawah pohon.

“Sedang apa kau?” tanya Carl.

“Aku sedang bersyukur kepada Tuhan atas makanan yang diberikan-Nya kepadaku,” jawab Hans.

“Kalau hanya makanan seperti itu, aku tak perlu harus bersyukur kepada Tuhan,” sanggah Carl. 

“Tuhan telah memberiku semua yang kubutuhkan, dan aku merasa bersyukur.” Petani itu kemudian menambahkan, “Aneh sekali kau mampir kemari hari ini. Sebab, tadi malam aku bermimpi, ada suara yang memberitahuku bahwa nanti malam, orang paling kaya di lembah ini akan meninggal dunia. Aku tidak tahu maksud mimpi itu, tapi rasanya aku harus memberitahumu.”

Carl mendengus lalu berkata, “Semua mimpi itu bohong.” Kemudian ia mencoklang kudanya.

Ucapan Hans tadi terus menerus terniang di telinganya. “Orang paling kaya di lembah ini akan mati malam ini.” Jelas sekali bahwa orang paling kaya di lembah ini adalah dia. Malam itu ia mengundang dokter pribadinya, dan menceritakan kepadanya apa yang dikatakan oleh Hans.

Setelah meneliti benar-benar kesehatannya, dokter berkata kepada tuan tanah yang kaya itu, “Pak Carl, Anda sekuat dan sesehat seekor kuda. Tak ada alasan bagimu untuk mati malam ini.”

Meskipun demikian, untuk meyakinkannya, dokter itu tetap tinggal di rumahnya sepanjang malam sambil bermain kartu. Keesokan harinya Carl minta maaf kepada dokter atas kekhawatirannya pada mimpi petani tua itu. Dokter pun kemudian meninggalkan rumahnya.

Kira-kira jam 09:00, seorang pesuruh datang ke rumah Carl. “Ada berita apa?” tanya Carl.

“Ini tentang pak tua Hans,” kata orang itu. “Ia meninggal dunia dalam tidurnya tadi malam.”

(Author Unknown)

KEBERSAMAAN (How Much Do You Make In An Hour?)

kebersamaan, ayah dan anak


Seorang anak bertanya kepada ayahnya, “ Ayah, berapa penghasilanmu 1 jam?”

Mendengar pertanyaan ini sang ayah marah lalu berkata dengan kasar , “Jangan ganggu aku!”

Sang ayah baru saja pulang dari kerja dalam keadaan capai dan wajah muram .
Namun, anaknya bersikeras dengan pertanyaannya. “Ayah berapa penghasilanmu, tolong jawab... !”

Dengan suara yang tidak mengenakan dia menjawab, “ Delapan dolar satu jam.”

“Ayah boleh tidak, aku pinjam 4 dolar?”

“Aku sudah berkata, jangan ganggu aku! Diam dan pergilah ke kamarmu! “ bentak ayahnya.

Memasuki saat tidur malam, sang ayah sudah merasa agak tenang. Ia menyesali perbuatannya tadi, lalu ia pergi ke kamar anaknya.

“Kau sudah tidur?”, tanya ayahnya.
Ia lalu memberi anaknya 4 dolar yang tadi hendak dipinjamnya. Anaknya mengucapkan terima kasih, lalu menyisipkan tangannya ke bawah bantal dan mengeluarkan dari bawahnya uang 4 dolar yang tampak kusut.


“Sekarang aku punya 8 dolar! Ayah , bolehkah aku membeli satu jam saja dari waktumu?”

(Unknown Author)

WANITA YANG BERUNTUNG [Lucky Lady]


wanita beruntung, lucky lady



Suasana pagi itu sangat sibuk. Jam menunjukkan pukul 8:30 ketika seorang lelaki tua umur 80-an masuk untuk meminta agar jahitan di ibu jarinya dilepas. Ia berkata bahwa ia sedang terburu-buru karena ada janji pukul 9:00. Aku memahami gelagatnya lalu memintanya untuk duduk. Aku tahu pekerjaan ini akan memakan waktu lebih dari satu jam sebelum orang lain bisa menemuinya.

Aku perhatikan ia melihat jamnya lalu memutuskan untuk dilepas jahitannya. Karena saat itu aku sedang tak sibuk dgn pasien-pasien lain, maka kuteliti luka di ibu jarinya. Ternyata lukanya telah sembuh dengan baik, lalu kukatakan kepada salah seorang dokter apa yg hendak kulakukan. Aku lalu menyiapkan peralatan & barang-barang yang kuperlukan untuk melepas jahitan dan membalut lukanya.

Sambil merawat lukanya aku terlibat dalam pembicaraan dengannya. Aku bertanya apakah pagi ini ia punya janji dengan salah seorang dokter di sini karena ia tampak begitu terburu-buru. Ia menjawab tidak, ia harus pergi ke rumah perawatan (nursing home) untuk sarapan bersama istrinya. Aku lalu bertanya tentang keadaan istrinya. Ia berkata bahwa istrinya menderita Alzheimer dan belum lama dirawat di tempat itu.

Sambil mengobrol, kuselesaikan balutan di ibu jarinya. Aku bertanya apakah istrinya akan merasa khawatir bahwa hari ini ia agak terlambat. Ia menjawab bahwa istrinya sudah lima tahun tidak lagi mengenalinya. Aku merasa terkejut dan bertanya, “Apakah kau pergi ke sana setiap hari meski istrimu sudah tidak mengenalimu?”

Ia tersenyum, menepuk tanganku lalu berkata, “Benar ia tidak mengenaliku, tapi aku kan mengenalinya!”

Aku harus menahan tangis haruku ketika ia pergi. Aku merenung, “Ini adalah jenis cinta yang kuharapkan dalam hidupku.”

Sungguh istrinya adalah wanita yang beruntung.  Seharusnya kita semua memiliki cinta semacam ini.  Cinta sejati tidak bersifat jasmani, dan tak pula hanya bersifat romantis. Cinta sejati adalah kesediaan untuk menerima apa adanya, dan kerelaan untuk menerima apa yang telah, apa yang akan dan apa yang tidak akan terjadi.

Sahabat yang baik seperti bintang di langit.  Kau tidak dapat selalu melihatnya, namun kau tahu bahwa mereka ada di luar sana.

(Unknown Author)

MENGHERANKAN BUKAN?

 Meurnut penielitan Unisvetrias Cabmrigde, tak jdai saol baaigmnaa urtuan hruuf dlaam sutau ktaa, ynag pialng petning adlaah huurf petrama ...