Showing posts with label Kemasyarakatan. Show all posts
Showing posts with label Kemasyarakatan. Show all posts

Wednesday, May 17, 2017

PASIR DAN BATU (Sand And Stone)

pasir batu, cerita pasir dan batu
Pasir Dan Batu

Dikisahkan bahwa ada dua orang sahabat melakukan perjalanan menyeberangi padang pasir. Pada suatu tempat, mereka terlibat dalam perdebatan sengit, sahabat yang satu menampar muka sahabat yang lain. Sahabat yang ditampar merasa terluka hatinya.

Tanpa mengucapkan sepatah kata, ia menulis di pasir: HARI INI SAHABAT BAIKKU MENAMPARKU.

Mereka lalu melanjutkan perjalanan. Dan dalam perjalanan mereka menemukan danau lalu mandi di situ. Orang yang ditampar tadi terjebak dalam lumpur hisap dan mulai tenggelam. Sahabatnya datang menolong. Setelah berhasil diselamatkan ia menulis di atas batu: HARI INI SAHABAT BAIKKU TELAH MENYELAMATKANKU.
Temannya bertanya, “Tadi kau menulis di pasir, sekarang kau menulis di atas batu, mengapa?”

“Jika seseorang melukai hati kita, sebaiknya kita menulis kejadian itu di atas pasir agar angin pengampunan dapat menghapusnya. Namun bila seseorang berbuat baik kepada kita, hendaknya kita mengukir peristiwa itu di batu sehingga angin takkan pernah dapat menghapusnya.

Monday, May 15, 2017

BUS BERIKUTNYA (The Next Bus)

bus, bus berikutnya, cerita bus
Bus Berikutnya

Ketahuilah, cinta itu ibarat orang menunggu bus. Ketika bus datang, kau mengamatinya lalu berkata dalam hati, "Oooh... Penuh sekali... aku tidak bisa duduk. Sebaiknya kutunggu bus yang lain."

Kau biarkan bus itu pergi lalu menunggu bus yang lain. Bus kedua datang, kau mengamatinya tapi lalu kau berkata, "Ooh... bus ini sangat tua... butuh banyak perbaikan!" Bus itu kau biarkan pergi lalu kau putuskan menunggu bus berikutnya.

Sejenak kemudian bus berikutnya datang. Bus itu tidak penuh penumpang dan tidak tua. Setelah kau amati, kau berkata, "Ooh... Tidak ada AC nya, sebaiknya kutunggu bus yang lain."

Lagi-lagi, kau biarkan bus itu pergi dan kau menunggu bus yang lain. Hari mulai petang, langit mulai gelap, kau menjadi panik, akhirnya kau terpaksa lompat ke bus berikutnya. Setelah bus itu berjalan, kau baru sadar bahwa kau naik bus jurusan lain.

Kau buang waktu dan uangmu untuk merain yang kau idamkan. Sesungguhnya, meskipun kau berhasil mendapatkan bus ber AC, kau tidak bisa memastikan bahwa bus itu tidak akan mogok, atau bisa saja AC nya terlalu dingin untukmu.

TUNGGU... Aku yakin kau juga pernah mengalami peristiwa ini. Kau melihat bus datang (Bus yang kau inginkan, tentu). Kau pun segera melambaikan tanganmu. Tapi... WUSS... Sang sopir ngebut melewatimu. Ia bersikap seakan-akan tidak melihatmu. Kaupun segera sadar, ternyata bus itu tidak diperuntukkan bagimu.

Pada hakekatnya, mencari pasangan adalah seperti mencari bus. Apakah kau akan menumpanginya dan menghargai bus itu?! Itu semuanya tergantung padamu sendiri!

Bila kau belum mampu membuat keputusan, JALANLAH... Jalan memang berarti kau belum memperoleh yang kau idamkan. Namun sisi baiknya adalah, kau masih dapat memilih bus mana yang kau inginkan. Adapun mereka yang tidak dapat pindah kendaraan, mereka harus puas dengan bus yang mereka tumpangi sekarang.

Sedikit lagi. Kadang-kadang lebih baik kau memilih bus yang kau sudah biasa dan kenal dari pada kau pertaruhkan dirimu dengan kendaraan yang sama sekali asing bagimu. Tapi sekali lagi, hidup ini menjadi kurang mengasyikkan bila kita tidak berani mengambil resiko...

TUKANG KAYU (The Carpenter)

tukang kayu, The Carpenter, cerita tukang kayu
Tukang Kayu

 Suatu hari dua saudara yang tinggal di ladang yang bersebelahan berselisih. Ini adalah perpecahan yang paling parah selama mereka bertani berdampingan sejak 40 tahun yang lalu. Sebelumnya mereka selalu berbagi peralatan mesin, tukar menukar buruh tani dan saling berjual beli barang tanpa masalah apapun.

    Kerja sama yang terbina sejak lama tiba-tiba hancur saja berantakan, awalnya hanya sedikit kesalahpahaman lalu berkembang menjadi perselisihan, dan akhirnya meledak menjadi saling caci dan tidak saling sapa.

    Suatu pagi, terdengar ketukan di pintu rumah John. Ketika pintu rumah di buka, berdiri di hadapannya seorang tukang kayu dengan peralatannya.

    “Aku butuh pekerjaan untuk beberapa hari,” kata orang itu.
    “Mungkin kau punya beberapa pekerjaan kecil yang dapat ku bantu?”.

    “Ya,” kata John. “Aku punya pekerjaan untukmu. Lihatlah ke ladang di seberang sungai kecil itu ladang itu milik tetanggaku, sebenarnya ia adalah adikku. Dulu, diantara ladang kita ada padang rumput, lalu ia buldozer sehingga kita sekarang dipisahkan oleh sungai kecil. Mungkin ia berbuat demikian untuk menjengkelkanku. Aku akan memberi balasan setimpal. Kau lihat tumpukan kayu di sebelah kandang itu? Aku minta kau buatkan pagar setinggi 8 kaki sehingga aku tidak lagi harus memandang kediamannya setiap hari.”

    Tukan kayu itu berkata, “Sekarang aku mengerti persoalannya. Tunjukkan kepadaku tempat paku dan alat pemancang tiang sehingga aku dapat segera melakukan pekerjaan yang memuaskanmu.”

    Hari itu sang kakak harus pergi ke kota untuk membeli berbagai kebutuhan kerja. Setelah membantu si tukang kayu menyiapkan peralatan yang dinutuhkannya. Maka pergilah ia ke kota seharian.

    Si tukang kayu bekerja keras hari itu. Ia mengukur, menggergaji dan memaku. Menjelang petang ketika petani itu datang, si tukang kayu telah menyelesaikan pekerjaannya.

    Mata si petani melotot, mulunya melongo. Tidak ada pagar di situ yang ada hanya jembatan. Jembatan itu menjulur dari sisi sungaiyang satu kesisi yang lain. Benar-benar pekerjaan yang indah, lengkap dengan pagar di kiri kanannya. Dan tetangganya......, adiknya, datang dari seberang dengan tangan terulur ke depan.

    “Kau benar-benar telah berbaik hati membuat jembatan ini setelah apa-apa yang kuucapkan dan lakukan,” kata adiknya.

    Kedua saudara itu berjalan dan bertemu di tengah jembatan lalu berpegangan tangan. Mereka berdua menoleh ke arah si tukang kayu yang lagi mengangkat kotak peralatan ke atas pundaknya untuk bersiap-siap pergi.

    “TUNGGU........, tunggu dulu.........” diamlah disini beberapa hari. Aku punya pekerjaan untukmu,” kata si kakak.

    “Sebenarnya aku ingin tinggal lebih lama, tapi masih ada banyak jembatan yang harus kubangun.”

Monday, February 29, 2016

KELEDAI (The Donkey)

keledai dalam sumur



Keledai seorang petani terperosok dalam sumur. Binatang itu menjeri-jerit dengan suara yang memilikukan selama berjam-jam semetara si petani memeras otak untik menolongnya, akhirnya, ia memutuskan untuk menguburnya saja, karena disamping keledai itu sudah tua, sumur itu pun memang sudah layak untuk di tutup.

Ia kemudian mengundang tetangga-tetangganya untuk datang membantu, ,ereka semua membawa sekop dan mulai menyekop tanah, Lumpur dan kotoran lalu membuangnya kedalam sumur.


Si keledai menyadari apa yang akan menimpa dirinya. Ia lalu menjerit-jerit ketakuatan. Namun, orang-orang yang di atas merasa heran karena tiba-tiba saja keledai itu berhanti menjerit-jerit. Berapa sekop berikutya si petani melongok ke bawah dan merasa takjub menyaksikan apa yang dilihatnya; setiap kali lumper dan kotoran jatuh menimpa penggungnya, keledai itu mengibaskan tubuhnya sehinggga kotoran itu jatuh lalau melangkah ke atas kotoran dan Lumpur yang di jatuhkan oleh para petani. Para tetangga petani it uterus membuang tanah, Lumpur dan tanah kepunggung keledai untuk menguburnya, dan si keledai tersu mengibaskan kotoran-kotoran itu lalu melangkah ke atasnya, tak lam kemudian si keledai dpaat melangkah kemulut sumur lalau belari keluar.

                                                                            ******

Kehidupan ini akan menyekop dan melemparkan kotoran kepadamu : semua jenis kotoran. Cara keluar dair sumur kesulitan itu adlaah dengan mengibaskan kotoran itu dan melangkah ke atasnya. Setiap kesulitan yang kamu hadapi adalah batu lompatan. Kita dapat keluar dir sumur yang paling dalam bukan berhaenti berusaha, atau menyerah tetapi dengan cara mengatasi problem dan melangkah ke atasnya.

(Author Unknown)

Sunday, February 28, 2016

AKU ADALAH PUSAT JAGAD RAYAKU (I am the center of my universe)

aku pusat jagad raya


Aku tidak hidup di sini sendiri Setiap gerakan yang kubuat
menimbulkan riak di samudra orang lain
Setiap nafas yang kutarik mempengaruhi udara di sekelilingku. Setiap kata yang kuucapkan didengar orang.


Apa yang kusentuh akan dirasakan orang lain
Apa yang kulakukan akan mempengaruhi orang lain.
Apa yang tidak kulakukan
juga akan berpengaruh pada orang lain

Kita tidak pernah tahu
sejauh mana jangkauan kata yang kita ucapkan
atau perbuatan yang kita lakukan sampai
pengaruhnya kembali kepada kita


Dan memang selalu demikian SEMUA HAL DALAM KEHIDUPAN MEMBENTUK LINGKARAN baik kita melihatnya atau tidak 

(Author Unknown)

Saturday, February 27, 2016

PAKU DI PAGAR (Nail In The Fence)

paku di pagar, nail in the fence



Dahulu ada seorang gadis kecil berwatak buruk. Ibu gadis itu memberinya sekantung paku dan memerintahkannya untuk menancapkan paku itu pada bagian-bagian pagar setiap kali ia marah.

Pada hari pertama, gadis itu menancapkan 37 paku ke pagar. Beberapa minggu berikutnya, karena ia mulai bisa mengendalikan dirinya, jumlah paku yang ia tancapkan ke pagar semakin berkurang. Ia juga menyadari bahwa lebih mudah menahan amarah dari pada menancapkan paku ke pagar.

Akhirnya, tibalah saat gadis itu bisa menguasai dirinya dan tidak pernah marah lagi. Ia lalu menceritakan hal ini kepada ibunya. Ibunya menyarankan agar ia sekarang mencabut paku dari pagar setiap kali ia bisa menguasai amarahnya.

Setelah lewat beberapa hari, gadis itu melapor kepada ibunya bahwa paku-paku yang tertancap dipagar telah tercabut semua.
Sang ibu kemudian menggandeng tangan anaknya ke pagar lalu berkata, “ Kau sekarang telah berprilaku baik, Nak, tapi lihat lubang-lubang dipagar itu. Pagar itu tidak akan pernah sama seperti dahulu. Sewaktu kau marah-marah, kata-kata yang kau ucapkan menyebabkan persis seperti lubang-lubang dipagar ini.”

Kau dapat menusukkan pisau ke tubuh seseorang lalu mencabutnya. Tak jadi masalah beberapa banyak kau berkata: maafkan aku, tapi luka itu akan tetap ada di situ. Luka yang diakibatkan lisanmu sepedih luka tusukan itu.

Sesungguhnya, teman adalah mutiara yang sangat berharga. mereka membuatmu tersenyum, mendorongmu agar sukses, mendengarkan keluh kesahmu, mengucapkan pujian untukmu dan selalu berlapang dada terhadapmu.

                                                                      ******

Kau adalah sahabatku, dan aku merasa terhormat memiliki teman sepertimu. Tolong maafkan aku, bila aku pernah meninggalkan lubang di pagar hatimu.

(Author Unknown)

Friday, February 26, 2016

GOSIP (Gossip)

Gosip Wanita Tua


Seorang wanita meneruskan sedikit gosip yang ia dengar tentang tetangganya. Hanya dalam beberapa hari seluruh kampung telah mengetahui cerita itu. Orang yang digosipkan merasa tersinggung dan sakit hati. Dikemudian hari, wanita yang memulai gosip itu menyadari bahwa gosip itu ternyata sama sekali tidak benar. Ia menyesal dan lalu mendatangi seorang bijak. Ia bertanya kepadanya cara memperbaiki kesalahan yang telah diperbuatnya.

“Pergilah ke Pasar!” kata si bijak, “Lalu belilah anak ayam dan mintalah agar disembelih sekalian, kemudian dalam perjalananmu pulang, cabutlah bulu ayam itu dan jatuhkan satu demi satu di jalan yang kau lalui!”

Meskipun heran dengan nasihat itu, si wanita tetap melakukan apa yang diperintahkan kepadanya.

Hari berikutnya, si orang bijak berkata, “Sekarang, pergilah dan kumpulkan semua bulu yang kemarin kau jatuhkan satu demi satu di jalan lalu serahkan bulu-bulu itu kepadaku.”

Si wanita segera menelusuri jalan yang ia tempuh kemarin. Ia merasa kaget dan cemas melihat angin telah meniup semua bulu-bulu itu. Setelah berjam-jam mencari ia kembali hanya dengan tiga helai bulu saja di tangannya.

"Kau mengerti," kata si orang bijak, "adalah mudah untuk menjatuhkan bulu-bulu itu, tapi mustahil mengumpulkannya kembali, Demikian pula halnya dengan gosip, tidak butuh waktu banyak untuk menyebarkannya, tetapi sekali kau lakukan, kau tidak akan dapt benar-benar mengoreksinya.

(Author Unknown)

GEMA KEHIDUPAN (Life's Echo)

Gema kehidupan, Gema


Seorang anak dan ayah berjalan di gunung. Si anak terpeleset dan terluka. Ia menjerit kesakitan, “Aaahhhhhhhhhh!!!” Tiba-tiba terdengar suara menirukan dari suatu arah di gunung, “Aaaaaaahhhhhh!!!”

Merasa takjub dan penasaran, ia berteriak, “Siapa kau?” ia mendapat jawaban, “Siapa kau?”
Ia menjadi marah dengan jawaban itu, lalu berteriak keras, “PENGECUUUT!”

Ia mendapat jawaban, “PENGECUUUT”

Si anak menatap ayahnya lalu bertanya, “Apa yang terjadi?”
Ayahnya tersenyum lalu berkata, “Anakku perhatikanlah.”

Ia lalu berteriak, “AKU MENYUKAIMU!”

Suara itu berkata, “AKU MENYUKAIMU!”
Ayahnya berteriak lagi, “KAU ADALAH JUARA!”
Suara itu berkata, “KAU ADALAH JUARA!”


Si anak bingung, tidak mengerti. Ayahnya kemudian menjelaskan, “Orang menyebut suara itu gema tapi sesungguhnya demikianlah kehidupan itu. Kehidupan akan memberikan kembali segala yang kau katakan dan lakukan. Kehidupan kita ini hanyalah refleksi (pantulan) dari perilaku kita. Jika kau menginginkan cinta lebih banyak di dunia ini, maka ciptakanlah cinta lebih banyak di hatimu. Jika kau menginginkan keahlian banyak di timmu, maka tingkatkanlah keahlianmu. Pertalian itu berlaku pada semua hal dalam segenap aspek kehidupan. Kehidupan akan memberikan kembali semua hal yang kau berikan padanya.”

(Author Unknown)

Tuesday, January 4, 2011

LUKISAN KEDAMAIAN (Peace)



Duhulu kala, seorang Raja menawarkan hadiah yang melimpah kepada siapa saja yang dapat melukis kedamaian. Bayak seniman meyerakan kepada raja karya-karyanya yang indah. (Dari semua lukisan yang indah-indah itu), raja akhirnya memilih dua lukisan.


Lukisan pertama menggambarkan sebuah danau yang tenang. Permukaan airnya mamantulkan pegunungan tinggi menjulang yang mengelilinginya. Di atas gunung, segumpal awan tipis mengapung dilangit.

Friday, November 19, 2010

GARAM DAN TELAGA

Garam dan Telaga
Seorang guru agama hindu yang telah lanjut usia merasa lelah terus-menerus mendengar keluhan salah seorang muridnya. Suatu pagi hari, ia menyuruh muridnya membawa garam. Setelah murid yang tidak bahagia itu kembali, ia memerintahkannya untuk melarutkan segegam garam ke dalam satu gelas air kemudian meminumnya.
“Bagaimana rasanya?” Tanya sang guru.
"Tidak enak," jawab si murid sambil meludahkannya kesamping.
Sang guru tertawa kecil lalu memerintahkannya untuk mengambil lagi segenggam garam. Kedua orang itu berjalan menuju telaga yang tidak jau letaknya. Sang guru memerintah muridnya untuk menaruh garam itu di telaga dan mengaduknya.
"Nah, sekarang minumlah air telaga ini!" kata sang guru.
Setelah ia minum air telaga, gurunya bertanya, "Bagaimana rasanya?"
"segar," jawaba si murid.
"Apakah kau mendapati rasa garam di air itu?" tanya gurunya.
"Tidak," jawab muridnya.
Sampai disini, sang guru duduk di sebelah anak muda yang serius ini--yang mengingatkanya pada masa mudanya dulu. Ia memegang tangan muridnya lalu berkata, "Pahitnya kehidupan seperti pengaruh garam ini, tak lebih dan tak kurang. Besar kecilnya penderitaan tergantung pada wadah di mana kita meletakkanya. jadi, bila kau menderita, satu-satunya yang dapat kau perbuat adalah melapangkan dadamu. Berhentilah menjadi gelasm, jadilah kau telaga. (Author unknown)

MENGHERANKAN BUKAN?

 Meurnut penielitan Unisvetrias Cabmrigde, tak jdai saol baaigmnaa urtuan hruuf dlaam sutau ktaa, ynag pialng petning adlaah huurf petrama ...