Seorang dusun berkunjung berkunjung ke kota untuk pertama kali dalam hidupnya. Ia kagum melihat berbagai keajaiban kota. timbul keinginananya untuk membeli sesuatu agar dapat dibawa pulang ke desa. Kebanyakan barang-barang yang ia lihat membutuhkan koneksi listrik padahal didesanya belum ada aliran listrik. Ia gembira waktu menemukan lampu senter. segera dibelinya lampu senter itu. Setiap kali menekan tombol lampu, ia terpesona melihat cahaya terang yang dipancarkannya.
Ia melanjutkan perjalanan dan melihat orang-orang berbaris dalam antrian.
"Sedang apa orang-orang ini?" taya dia.
Ia diberitahu bahwa mereka sedang menunggu untuk masuk ke dalam gedung bioskop.
Ia tidak perna tahu apa bioskop itu, tapi memutuskan untuk masuk kedalam antrian. Ia membeli tiket dan segera diantar ke ruangan gelap. Tak lama kemudian film diputar. Ia kagum melihat keindahan gambar dan berbagai action yang dipertontonkan dalam film itu.
Tiba-tiba ia teringat lampu senter dikantongnya. "Akan kusorot gambar itu agar aku dapat melihat lebih jelas," pikirnya.Ia lalu mengeluarkan lampu senter dan menyorotkannya lansung ke layar. Alangkah kagetnya ia melihat gambar itu menjadi kabur.
Dari berbagai sudut orang mulai berteriak memerintahkan agar ia mematikan lampu senter.
"Tapi aku hanya ingin melihatnya lebih jelas," katanya kepada orang duduk disebelahnya.
"Tidakkah kau mengerti, gambar itu hanya bisa dilihat dalam kegelapan,"jelas orang yang diajaknya bicara.
Ia diberitahu bahwa mereka sedang menunggu untuk masuk ke dalam gedung bioskop.
Ia tidak perna tahu apa bioskop itu, tapi memutuskan untuk masuk kedalam antrian. Ia membeli tiket dan segera diantar ke ruangan gelap. Tak lama kemudian film diputar. Ia kagum melihat keindahan gambar dan berbagai action yang dipertontonkan dalam film itu.
Tiba-tiba ia teringat lampu senter dikantongnya. "Akan kusorot gambar itu agar aku dapat melihat lebih jelas," pikirnya.Ia lalu mengeluarkan lampu senter dan menyorotkannya lansung ke layar. Alangkah kagetnya ia melihat gambar itu menjadi kabur.
Dari berbagai sudut orang mulai berteriak memerintahkan agar ia mematikan lampu senter.
"Tapi aku hanya ingin melihatnya lebih jelas," katanya kepada orang duduk disebelahnya.
"Tidakkah kau mengerti, gambar itu hanya bisa dilihat dalam kegelapan,"jelas orang yang diajaknya bicara.
*********
Gedung bioskop seperti bioskop kehidupan kita. Bayak kenikmatan dan nilai-nilai dipandang tinggi oleh manusia lalu diburu karena mereka melihat dalam kegelapan spritual. Bila kita membawa cahaya rohani ke dalam kehidupan kita, kesenangan dan nilai-nilai itu akan memudar, karena semua itu hanyalah bayangan dan bersifat sementara. (Author Unknown)

No comments:
Post a Comment