Ilmu memulai penjelajahanya dari pengalaman manusia dan berhenti sebatas pengalaman manusia.

Thursday, November 18, 2010

HAL-HAL YANG TERLEWATKAN

HAL-HAL YANG TERLEWATKAN
Ketika masih di sma dulu, aku memiliki guru istimewa. Suaminya meninggal karena serangan jantung. Kira-kira seminggu setelah kematian suaminya, ia berbagi pengalaman batin dengan murid-muridnya di kelas. Ketika matahari siang menerobos lewat candela kelas, dan jam pelajaran hampir habis, ia meletakkan beberapa barang ke pinggir meja lalu duduk di atasnya.
Dengan roman muka yang sahdu, ia berdiam sejenak lalu berkata, “Sebelum pelajaran selesei, aku ingin berbagi pandangan dengan kalian. Meski tidak ada hubungan dengan pelajaran, penbicaraan ini sangat penting. Setiap orang dari kita dilahirkan ke bumi untuk belajar, berbagi, mencintai, menghargai dan berbakti. Tidak ada seorangpun dari kita kapan pengalaman fantastis ini akan berahir. Nyawa kita dapat setiap waktu melayang. Mungkin, ini adalah cara Tuhan untuk memberitahu bahwa kita harus memanfaatkan sebaik-baiknya setiap hari yang kita lewatkan.”
Sampai disini matanya berkaca-kaca, lalu ia melajutkan,”Oleh karena itu, aku minta kalian semua berjanji padaku, mulai saat ini, dalam perjalanan kalian ke sekolah, atau dalam perjalanan kalian pulang ke rumah, carilah sesuatu yang indah, perhatikanlah. Tak perlu harus sesuatu yang dapat di lihat, boleh saja berupa bau-bauan, misalnya bau roti yang sedang di bakar di salah satu rumah yang kau lewati, atau suara tiupan angin sepoi-sepoi di dedaunan, atau cahaya pagi yang menerpa daun yang sedang melayang jatuh ke bumi di musim gugur. Perhatikanlah semua itu, dan sukurilah, meskipun semua itu tampak biasa-biasa saja. Kita harus menjadikan kejadian-kejadian sebagai hal-hal penting yang harus diperhatikan, karena itu setiap saat dapat di cabut dari kita.”
Suasana kelas menjadi hening, kami merapikan buku lalu keluar dari kelas tanpa mengeluarkan suara.
Dalam perjalananku pulang siang itu, aku memperhatikan lebih bayak dari yang ku lihat selama satu semester. Kadang-kadang aku masih teringat guru itu dan kesan yang ia goreskan di hatiku. Sekarang aku mulai menghargai hal-hal yang dulu aku anggap biasa-biasa saja. (Author unknown)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...